” Sang penikmat senja”

Senja itu indah, tidak perlu banyak suara untuk memberi tahukan banyak telinga tentang keindahannya.

Karena, semua mata yang melihatnya pasti akan tahu akan keindahan senja itu, walaupun hadirmu hanyalah sebentar, walaupun datangnya hanya sebagai perantara siang Dan malam.

Senja itu tetap menjadi ciptaan Tuhan yang paling di tunggu-tunggu penikmatnya, senja walaupun hanya sekejap dirimu akan tetap menjadi tempat aku untuk menunggu kamu.

Menunggu warna yang menghiasi langit biru di penghujung hari, sayangnya senja hanya berdiri Sangat singkat.

Tidak sepanjang malam, tidak seperti pagi, dan siang, mungkin Tuhan sengaja menciptakannya, yang niatnya hanya untuk dirindukan.

Senja selalu lama untuk dinanti, tapi sangat mudah untuk pergi, senja tahukan bahwa disini banyak orang yang sudah menanti akan kehadiranmu.

“Pendam”

Setiap orang pasti punya masalah, dan setiap orang pasti pernah merasakan masalah yang sedang ia jalani, dan Sedang ia pikirkan.

Terkadang tidak semua cerita kita perlu diceritakan kepada orang lain. Ada masanya pendam jauh lebih baik, sebab tidak semua orang akan paham tentang keadaan dirimu sekarang.

Bahkan mungkin ada yang akan menjatuhkan dirimu lagi Kekuatan dirimu. mungkin dari dari raut wajahmu seorang melihatmu bahagia.

Lebih baik di simpan sendiri cukup hati, air mata, dan ruang hampa yang mengetahui semua ini.

Selalu mengukir senyuman di wajah. Tapi orang tidak pernah tahu betapa sukarnya kamu untuk bangkit.

Kita tidak perlu tunjukkan kesedihan kita untuk orang lain supaya prihatin pada kita, sebab jika benar seseorang itu paham akan keadaan dirimu.

meskipun dirimu ukir senyuman dia tetap tahu bahwa disebaliknya terkumpul rasa sedih, duraian air mata yang terpendam.

“Renungan bagi mahasiswa”

Dulu, ketika Saya masih sekolah saya berdoa kepada Allah SWT, meminta supaya saya ditakdirkan untuk bisa menjadi seorang mahasiswa dan Alhamdulillah do’a itu Allah Kabulkan, bahkan saya terpilih dari ratusan orang yang memiliki do’a yang sama, yang hingga kini doanya belum terkabul.

namun mengapa selepas do’amu , Allah Kabulkan. Lalu mengapa..? Kini banyak mengeluh, mengeluh dengan banyaknya beban kuliah karena banyaknya tugas, padahal diluar sana banyak orang yang sedang mengharapkan bisa merasakan keluhan ini.

Mengeluh karena mendapat dosen yang galak… Hingga malas untuk masuk kelas…., Padahal diluar sana banyak orang yang sedang mengharapkan bisa merasakan apa yang sedang saya keluhkan….mengeluh karena sulit untuk memahami satu mata kuliah.

padahal banyak orang diluar sana yang berjuang mati-matian mencari uang demi untuk bisa seperti saya! Malas mengerjakan tugas, tak bersemangat untuk belajar, kadang datang telat.

kuliah cuma titik absen nyontek tugas dari teman, ngerjain quis asal -asalan lebih banyak menghabiskan waktu untuk santai dan bermain main. Selalu menunda-nunda pekerjaan.

lupa akan target dan cita-cita mulai terlena dengan pergaulan bebas lebih banyak menghabiskan waktu dengan poya-poya lebih mengedepankan gengsi dan mementingkan harga diri lebih mementingkan penampilan dan lupa akan cita-cita masa depan sadarlah wahai diri ini.

jika kamu terus seperti ini, bagaimana mungkin kamu kamu bisa menjadi orang yang hebat . kuliah itu ibadah…!! Kuliah itu anugerah… kuliah itu kesempata.

kuliah itu jalan masa depan….. tak banyak orang yang bisa hidup terdidik seperti mu…..! Apakah kamu mau menyia-nyiakan kesempatan yang dulu kamu harapkan ini..?

Jangan egois..!!!! orang tua dan keluarga masih mengharapkan mu…!! berharap kau bisa menjadi kebanggaan mereka.

bangsa dan negara masih membutuhkan mu..! Masih membutuhkan sumbangsih fikiran dan membutuhkan seorang pelopor akan perubahan masa depan.

jangan kamu kecewakan mereka…! Jika kamu masih seperti ini..!!? Apakah rela temanmu menjadi orang hebat.

Sementara kamu jadi tertinggal dibelakangnya!! Jalan hidup mu masih panjang….. kuliah itu adalah berjuang….!

Maka jangan heran jika dalam perjuangan ini, banyak sekali rintangan..!! Banyak sekali hambatan..!! Banyak sekali godaan!! Perjuangan itu pahit…! Perjuangan itu memang sulit..! Namun sesulit apapun perjuanganmu!! Didepan masih ada masa depan!!! Ayo semangat!!!

Mana semangat mu dulu yang selalu menggebu!! Berhenti menyesali yang sudah terjadi, karena sedalamnya kamu menyesali, itu tidak mungkin mengubah sesuatu yang pernah terjadi, yang harus kamu lakukan adalah introspeksi diri untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan apa yang pernah dilakukan.

ayo belajar lagi…! Ayo aktif lagi..! Karena kesempatan itu akan selalu ada bagi kita yang terus mau belajar…..cari kesempatan….cari peluang… Lihat dan belajar bagaimana orang lain terus bertumbuh…….. mari tanamkan Semangat kita kembali.

“Pertama masuk kuliah”

Pertama kali saya masuk kuliah sangat takut sekali, bingung sekali karena karena saya tidak mempunyai teman untuk diajak ngobrol dan yang lain sibuk dengan temannya.

Awal masuk kuliah ini juga disebut sebagai masa-masa transisi, yaitu dimana perubahan dari masa sekolah ke kuliah perlu dilakukan penyesuaian.

Biasanya disekolah memakai pakaian seragam, Sekarang memakai pakaian bebas, tetapi tetap menjaga kesopanan dalam berpakaian.

Dahulu disebut siswa, sekarang jadi, mahasiswa, begitu juga dengan pengajarannya yang biasanya saya manggil beliau sebutan guru, tetapi saya memanggilnya dosen.

Kesan pertama saat diajar oleh dosen, beliau terlihat lebih santai dalam memberikan materi, tidak sama dengan seperti guru sewaktu jaman saya sekolah dahulu.

Tetapi tetap saja tugas yang diberikan dosen sama seperti jaman saya sekolah, yaitu tugas harus dikumpulkan tepat waktu.

“Malam penuh Makna”

Di sini ada tangisan, ada perjuangan, ada luka, ada tawa, bahagia, Dan rindu. Dan itu semualah yang memberatkan ketika harus berpisah. Perpisahan memang dibuat untuk menjadikan pertemuan kembali terasa indah sekali.

Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Perjalanan yang terasa baru kemarin aku mulai, kini sudah mendekati akhir dari kebersamaan kita, aku pasti akan merindukan hal-hal ini. saat – saat terbaik yang tak akan bisa kita ulangi kembali.

Andai aku bisa, Aku ingin menghentikan waktu. Mengukir lebih banyak lagi cerita bersama kalian, tapi aku tidak bisa melakukan itu, hingga kenyataan membawa kita kepada akhir dari kebersamaan…..

Tiga tahu lalu, kita mulai semuanya bersama-bersama, hingga aku merasa tidak sanggup berpisah dengan kalian…

Maafkanlah aku memiliki banyak kesalahan, maafkanlah aku pernah menyakiti kalian, maafkanlah aku pernah membuat kalian marah Dan maafkanlah aku tidak bisa menjadi sahabat yang baik untuk kalian.

Terimakasih….. sahabat untuk semua yang kita lalui bersama. Angkatan 2018 , RAUDHATUL ULUM II parit Surabaya pasak sungai Ambawang kabupaten kubu raya.

” Masa- Masa Paling indah”

Setelah lulus dari Madrasah Aliyah (MA)
Teman-teman yang dulu kita ajakin main satu persatu sudah mulai susah dihubungi,
Dan pada saat liburan Antara lulus dan kuliah/kerja kita pelan-pelan bakal sadar,
Ternyata waktu cepat berlalu
Yang kita bisa harapkan dari teman-teman MA.
Andaikan waktu dapat aku putar,akan aku putar kemasa Kecilku dulu yang selalu tersenyum bahagia bersama teman-temanku dulu

Rindu’ kalian sahabat seperjuangan
Apakah kalian masih ingat dimana kita lewati suka dan duka,

MA adalah masa yang penuh dengan kenangan. Kenangan dimana kita selalu melakukan bersama-sama, baik itu melakukan hal yang baik dan hal yang buruk. Aku rasa kita lebih kompak melakukan hal-hal yang buruk dari pada melakukan hal yang baik.

Terlalu banyak kenangan yang tidak bisa kita lupakan walaupun kenang itu ingin kita lupakan. Kenapa aku katakana begini? karena aku ingin melupakan kenangna masa-masa MA ku, sudah ku coba tapi tidak bisa, aku ingin melupakan kenangan MA ku karena kurasa kenangan MA ku tidaklah begitu indah seperti dikatakan orang-orang, bahwa masa-masa MA adalah masa-masa yang paling indah.

Tapi setelah lulus dari MA dan aku melanjutkan ke bangku kuliah, baru kurasakan bahwa masa-masa MA lebih indah dari pada kuliah. Karena di masa-masa MA lah aku mendapatkan teman-teman yang baik, melakukan hal-hal yang nakal. (nakal disini seperti, datang terlambat, lupa mengerjakan PR, paling malas kalau disuruh berkumpul dilapangan, mengikuti kegiatan kelas karena sangat membosankan, disuruh belajar malah menonton vilm bersama, kerjain wali kelas ketika ulang tahun dan begitu banyak kejahatan yang dilakukan bersama-sama), membuat anak kelas jurusan yang lain merasa iri, marah, benci. Itulah kelasku Madrasah Aliyah ( MA) Raudhatul ulum II parit Surabaya pasak sungai Ambawang kabupaten kubu raya ANGKATAN 2018.

Penyesalan pasti datang dikemudian hari,
RAUDHATUL ULUM AL- KHALILIYAH

” Biografi”

Nama saya Nor Fadhilah, biasa dipanggil dhila, nurul. Saya lahir pada tanggal 18- Oktober-2000. Saya terlahir dari pasangan Nurhamin dan suranten yang lahir di Berinang pasak dusun maju bersama, kecamatan sungai Ambawang kabupaten kubu raya. Saya anak ke-5 dari 6 bersaudara. Bapak saya bekerja sebagai seorang petani karet, dan ibu saya seorang pengurus rumah tangga.

Saya mulai masuk sekolah madrasah ibtidaiyah (MI) umur 6 tahun, saya dimasukkan di MI Al-Hikmah pasak sungai Ambawang kabupaten kubu raya, tidak jauh dari tempat saya tinggal. Setelah lulus dari MI, Pada tahun 2012 saya melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah ( MTS) Raudhatul ulum II parit Surabaya, pasak sungai Ambawang. Setelah lulus dari MTS , pada tahun 2015. Saya melanjutkan ke Madrasah Aliyah ( MA) Raudhatul ulum II parit Surabaya pasak sungai Ambawang, pada tahun 2018 saya lulus dari MA.

Dan saya melanjutkan ke perguruan tinggi Institut agama Islam Negeri Pontianak ( IAIN). Saya ingin sekali kuliah dengan jurusan dakwah dan komunikasi, karena saya sangat penasaran dengan Dakwah dan komunikasi. Selain itu juga saya ingin menjadi guru, tetapi disamping itu juga saya ingin kuliah dengan jurusan pendidikan agama Islam (PAI). Karena saya bercita-cita ingin menjadi seorang guru agar ilmu yang saya dapat dari guru-guru saya dapat bermanfaat untuk orang lain.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil jurusan PAI, dan orang tua saya, sangat setuju dengan keputusan saya, Karena orang tua saya lebih menyarankan saya untuk mengambil jurusan PAI. Walaupun orang tua tidak menentukan harus mengambil jurusan itu, artinya orang tua saya memberi kebebasan pada saya. Pada akhirnya saya kuliah di IAIN Pontianak dengan jurusan PAI melalui jalur SPAN- PTKIN yang diseleksi tanpa Tes, dan akhirnya saya di terima di Fakultas yang saya inginkan.